Di Komunitas Open Source, di Fase Manakah Anda Berada?

komunitasDalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “komunitas” merupakan kelompok organisme (orang dsb) yang hidup dan saling berinteraksi di daerah tertentu. Tapi bagaimana bila kata “komunitas” ini dikaitkan dengan komunitas open source?

Sangat menarik, Stepehen R. Walli—dari tim bisnis strategi proyek HP Helion—menuliskan bahasan mengenai status individu dalam komunitas open source yang sebelumnya pernah ia sampaikan dalam topik “What’s an adult look like in your community?” (“Seperti apa orang dewasa dalam komunitas Anda?”). Topik ini muncul setelah adanya diskusi yang dimulai dari pertanyaan kuno “Why won’t anyone treat me like an adult?” (“Mengapa tak seorangpun yang mengaggap saya sebagai orang dewasa?”) yang disampaikan oleh seseorang berusia 20 tahun bulan April lalu.

Stephen membagi status seorang individu dalam komunitas open source, dalam lima fase.

Fase 1. Anda adalah seseorang yang baru datang. Anda butuh bantuan. Anda tidak tahu arah. Anda tidak mengerti norma-norma adat, sejarah, alat-alat, dan pola yang dipakai komunitas untuk terus hidup dan maju. Anda butuh arahan, dan komunitas yang kuat yang memiliki proses pengiriman adat budaya ke anggota baru.

Fase 2. Fase ini merupakan fase paling penting. Anda adalah anggota yang sangat aktif. Anda berpartisipasi. Anda mengerti norma-norma sosial komunitas. Anda tidak butuh banyak arahan, terlalu banyak mendapat arahan justru membuat Anda risih. Dilihat dari luar, Anda memakai warna khas sebuah klan dengan rasa bangga dan merasa rela berjuang untuk sebuah klan.

Fase 3. Fase ini merupakan kunci. Anda tidak hanya bicara seadanya. Anda tidak perlu tahu apa saja yang harus selesai. Anda hanya perlu mengerjakannya, dan Anda bekerja dengan orang dewasa lain dalam komunitas untuk menguatkan komunitas. Semuanya tentang pengertian, di mana komunitas harus diutamakan, dan bertindak dengan segala pengetahuan yang dimiliki. Dalam sebuah komunitas teknologi, keren bukan lagi alasan ketika Anda berkumpul dengan komunitas, tapi karena Anda ingin meningkatkan dan memelihara kemampuan kontribusi serta berniat mengembangkan komunitas. Anda adalah orang dewasa dalam komunitas.

Hal yang menarik ketika menjadi dewasa adalah usia, jenis kelamin, dan kepercayaan apapun tidak begitu penting. Memperlihatkan kemampuan dan komunitas adalah hal paling utama. Anda menjadi seseorang yang mengajar anggota baru komunitas.

Fase 4. Anda tidak hanya orang dewasa. Anda dipercaya dan memiliki opini yang kuat mengenai bagaimana seharusnya komunitas itu tumbuh. Anda merupakan tetua. Anda membuat sejarah. Anda mempertahankan sejarah. Anda bekerja sama dengan anggota dewasa dan tetua lainnya untuk membuat komunitas menjadi lebih kuat. Dan ketika sampai batas tertentu, komunitas pasti memperhatikan Anda.

Dalam dunia pengembangan distro Linux, fase-fase ini bisa diibaratkan dari pengguna pemula Linux sampai seorang kontributor/pengembang inti.

Jadi, di fase manakah Anda berada?

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...

  • Bokir Chanel

    Keren