[Edisi Spesial] Hari Pertama openSUSE.Asia Summit 2016

Artikel ini merupakan konten spesial pertama edisi openSUSE.Asia Summit 2016. Beberapa materi yang berhasil ditangkap oleh penulis akan ditulis setelah acara akbar openSUSE se-Asia ini rampung.

Hari ini, saya menjadi peserta acara openSUSE.Asia Summit 2016 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bermodalkan kaos oblong berjaket Gentoo Linux (kepada panitia, saya tak bermaksud berkhianat :p), celana panjang, dan sepatu, saya berangkat dari rumah sekitar pukul 08.30. Untuk menunjang artikel ini, saya pun membawa kamera saku dan alat standar menulis.

Lokasi utama konferensi adalah di Convention Hall UIN yang terletak di samping Masjid UIN Sunan Kalijaga. Dari jalan Solo masuk ke jalan Timoho, lalu masuk ke kompleks UIN bagian barat. Lima puluh meter dari situ belok ke kanan, tempat parkir ada di kanan jalan. Convention Hall tepat berada di balik tempat parkir.

Lokasi openSUSE.Asia Summit 2016

Lokasi acara (kotak merah)

Tepat pukul 09.00, saya sampai di lokasi presensi peserta. Entah mengapa, sebelum saya menunjukkan tiket digital dan menandatangani presensi, saya sempat dikira dari awak media oleh salah satu panitia. Mungkin penampilan saya cocok jadi wartawan yak ?.

Suasana di area presensi riuh ramai dengan kesibukan goresan pena serta panitia yang membagikan goodie bag. Setelah mendapatkan goodie bag, saya mengganti kaos saya dengan kaos openSUSE.Asia Summit lalu masuk ke ruang Convention Hall.

Goodie bag

Isi goodie bag openSUSE.Asia Summit 2016


Presensi

Riuh yang berkurang di lokasi presensi peserta openSUSE.Asia Summit 2016

Beruntung. Ratusan orang di Convention Hall saat itu sedang mendengarkan bacaan ayat suci Al-Qur’an, yang berarti saya tidak ketinggalan proses sambutan.

Sambutan diawali oleh ketua panitia lokal Estu Fardani,

“Terima kasih kalian hebat telah meng-handle 500 peserta.” Kata Estu mengucapkan terima kasih kepada para panitia.

Sebanyak itukah peserta openSUSE.Asia Summit 2016? Yak, acara ini berhasil menggaet 478 peserta dengan pembicara dari beberapa negara, termasuk Beijing, Taiwan, dan Indonesia sendiri.

Sambutan dilanjutkan oleh perwakilan dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Agung Fatwanto, S.Si., M.Kom.

openSUSE.Asia Summit 2016

Suasana openSUSE.Asia Summit 2016

Keynote pertama disampaikan oleh Douglas DeMaio dari proyek openSUSE yang disusul pengenalan Digital Signature oleh Riki Arif Gunawan dari Kominfo.

Acara sangat lancar hingga akhir sesi di hari pertama. Masalah waktu sangat ketat. Salut kepada panitia untuk hal itu. Ngomongngomong, penulis baru pertama kali ikut acara sekelas Asia seperti hari ini, sehingga saya punya rasa kagum tersendiri.

Bertemu orang-orang hebat dari komunitas

openSUSE.Asia Summit 2016 menjadi ajang tersendiri untuk bertemu sambil berbincang sedikit hingga banyak hal dengan orang hebat; yang sudah sering berbincang via chat atau yang hanya melihatnya di akun media sosial atau yang hanya mendengar namanya dari kabar di Kabar Linux.

Di acara ini saya bertemu dengan koordinator proyek buku “Lebih Dekat dengan LibreOffice Writer”, Taufik Hidayat. Pejuang sastra muda, Rania el Amina. Dan Sucipto, koordinator Grup Belajar GNU/Linux Indonesia (GBLI).

Foto bareng openSUSE.Asia Summit 2016

Dari kiri ke kanan: Taufik Hidayat, Sucipto, saya. Tengah bawah: Rania el Amina


Beberapa jam sebelum bertemu dengan koordinator GBLI, kami bertemu dengan rekan-rekan dari FOSSIL (Free Open Source Software Interest League), KSL dari kampus STMIK Amikom. Walau bukan bagian dari FOSSIL, almamater saya sama dengan mereka, dan FOSSIL adalah organisasi paling menarik bagi saya dari seluruh organisasi di Amikom.

Tak hanya itu, di booth BlankOn Linux, kami (saya dan tiga teman baru) bertemu dengan Kukuh Syafaat — pengembang BlankOn sekaligus pembicara dan panitia di openSUSE.Asia Summit 2016, sambil berbincang-bincang soal Maleo, salah satu proyek BlankOn Linux. Tak hanya itu, kami juga bertemu dengan pengembang BlankOn lain, Aris Winardi yang mengulas laptop tahan banting dan sistem operasi di dalamnya.

Booth BlankOn

Booth BlankOn. Dari kiri ke kanan; Taufik Hidayat, Kukuh Syafaat, Aris Winardi


Saya harap, cerita-cerita menarik tidak hanya datang hari ini. Masih ada hari esok, hari terakhir acara openSUSE.Asia Summit 2016.

Sampai jumpa lagi!

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...

  • Rania El-Amina

    Hmmm, “pejuang sastra” di acara openSUSE.Asia Summit 2016?
    Nyasar ya. . .

    • Wkwk, mau tak buat “pejuang sastra Linux”, aneh. Apa “pejuang sastra inkscape ber-Linux”? Gedawan ?

      Masukkan akan dipertimbangkan ? ?

  • Ali

    Wah Gentoo User kirain dateng ke acara OpenSUSE mau invasi :’v wwkwkkw

    • Saya tidak sekejam itu :’D

    • Adalah Iyan

      untung ali ga dateng, ntar malah meracau ttg arch disana :p

  • pengguna gentoo datang kesana kok ngga menghancurkan acara itu penghianat :v :p

  • Teguh Broadway

    oot dikit. isi obrolan tentang maleo apa yah? trus laptop tahan dibanting tuh apa? :3

  • Mohammad Hanif

    wkwkw senang juga bisa bertemu admin dari kabarlinux, selama ini hanya tau websitenya saja :D. sukses terus kabarlinux

    • Eh ini yang dari FOSSIL ya? Lupa ?

      • Mohammad Hanif

        iya mas, tanggal 22 mampir ke amikom, fossil ada seminar hehe. insyaAllah ada dari kominfo juga

        • Umum atau mahasiswa tok itu? ??

          Eh, ben gak oot, PM aja Twitter/Telegram/Facebook: @ramdziana

  • Yee masuk situs kabarlinux 😀

    • ?Selamat datang .. selamat datang pak di Kabar Linux ??