Janjikan Kestabilan, GTK Ubah Sistem Versi dan Siklus Pengembangan

GTKSudah bukan menjadi rahasia lagi, proses pengembangan GTK3 merupakan hal yang konyol dan menyebalkan bagi para pengembang dan pemelihara aplikasi berbasis toolkit GUI ini. Berbeda dengan GTK2 yang sangat stabil, GTK3 suka mengganti API seenaknya karena pengembangannya yang benar-benar cepat. Setiap GTK3 versi baru hadir, backward incompatible nya luar biasa besar.

Pengembang inti GTK3 sebenarnya menyadari hal ini. Oleh karena itu, mereka bermaksud mengganti alur pem-versi-an di masa mendatang. Dalam tulisan terbaru Allison Lortie, salah satu pengembang GTK, GTK3 akan menjanjikan kestabilan yang lebih pasti dengan alur versi yang “unik”.

Berbeda dengan alur versi normal, versi stabil GTK tidak akan hadir di versi minor 0 seperti 4.0 atau 5.0, namun di versi minor 6 atau lebih, seperti 4.6, 5.6, dan sebagainya. Penyebutan “versi minor” ini berdasarkan sistem Semantic Versioning.

Versi minor akan berpatokan pada nomor genap (Gtk 4.2, Gtk 4.4, Gtk 4.6). Setiap versi ini memiliki siklus enam bulan, sehingga versi stabil GTK akan hadir sekali per 18 bulan.

Dari Gtk 4.0 sampai Gtk 4.4, API akan sering berubah. Bagi para pengembang dan pemelihara aplikasi berbasis GTK, disarankan untuk tidak mengikuti area ini, kecuali mereka ingin terus mendapatkan fitur baru per-tahunnya dengan resiko harus terus mengikuti perkembangan APInya.

Yang pasti, pengembang memastikan bahwa mereka akan memberitahu pengguna GTK bahwa GTK versi tertentu sudah stabil dan siap digunakan.

“Ketika Gtk 4 stabil, kami akan memberitahumu.” Tulis Lortie.

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...