Buku Pemasangan (Tidak Resmi) Debian GNU/Linux 9, Sistematis dan Runtut

Debian 9 Stretch sudah dirilis beberapa pekan yang lalu. Anda ingin menginstalnya tetapi merasa kesulitan karena panduan instalasi lengkap hanya tersedia dalam bahasa Inggris?

Buku Panduan Pemasangan Debian 9

Kover Buku Panduan Pemasangan Debian 9

Tenang. Ucapkan terima kasih kepada bapak Ali Ahmadi dan Nugroho Budi Raharjo yang belum lama ini meluncurkan buku Panduan Pemasangan (Tidak Resmi) Debian GNU/Linux 9. Sesuai judulnya, buku ini bakal memandu Anda secara runtut tata cara instalasi Debian 9 Stretch, khususnya untuk perangkat komputer pribadi dengan arsitektur x86 dan x86_64.

Sebagai buku panduan instalasi sebuah distro, pengerjaan buku ini cukup lama. Kata Ali Ahmadi, buku ini digarap sekitar 3 pekan sebelum resmi terbit tepat akhir bulan Juli 2017 lalu.

Tapi, sebanding dengan hasilnya tentu saja 🙂

Ulasan buku Panduan Pemasangan Debian GNU/Linux 9

Buku ini memiliki lima poin utama; Pengantar, Perencanaan Pemasangan, Persiapan Pemasangan, Pelaksanaan Pemasangan, dan Daftar Pustaka. Jika Anda ingin langsung praktek, Anda hanya perlu fokus pada bagian Pelaksanaan Pemasangan, di sini ada 17 langkah yang perlu Anda lewati. Namun, jika Anda ingin mematangkan pengetahuan teori dan memastikan kebutuhan sistem terpenuhi sebelum melangkah ke praktek, saya anjurkan untuk membaca dari awal.

Desain kover tak muluk-muluk namun informatif. Ada judul, nama penulis dan poselnya, laman, tanggal peluncuran, dan lisensi. Satu yang agak aneh, bagi saya, adalah font yang dipakai pada DEBIAN GNU/LINUX 9, mirip-comic-sans. Kurang garang. Tapi tidak apa-apa lah, yang penting kontennya bukan?

Saya memfavoritkan penjelasan seputar komponen debian-installer pada bagian Pengantar. Cocok buat para calon pengguna yang ingin tahu, komponen-komponen apa saja yang akan mereka jalankan nanti. Contohnya, localchooser yang mempersilakan pengguna memilih opsi lokalisasi seperti bahasa, negara, dan pelokalan. Hw-detect yang akan mendeteksi perangkat keras pengguna, dan komponen lainnya.

Cukup detail. Pada bagian Perencanaan Pemasangan, penulis mengajarkan para pembaca untuk merencanakan dengan matang sebelum mereka bertindak gegabah menjalankan penginstal “klik-ini-klik-itu” tanpa tahu apa yang sedang mereka lakukan. Masalah seperti itu sering kita temukan di grup GNU/Linux, seperti ketidaktahuan bahwa mereka sedang menggunakan firmware UEFI yang secara sistem jelas berbeda dibandingkan menggunakan BIOS.

Di bagian Persiapan Pemasangan, penulis menjelaskan lokasi untuk mengunduh citra Debian dan media pemasangan yang bisa diterapkan. Misalnya melalui media optis (optical media) dan USB. Di sini juga dijelaskan apa yang perlu dipersiapkan jika pembaca berniat memasang Debian dual boot dengan Windows 8 ke atas.

Tak banyak komentar pada bagian Pelaksanaan, tetapi saya menyukai penjelasan pada poin Pemartisian Manual yang menyebutkan penggunaan ESP bila pembaca memasang Debian dalam mode UEFI dan juga saran penulis kepada pembaca untuk tidak memisahkan partisi /bin, /sbin, dan /lib64 mengingat ketiganya adalah symlink menuju /usr sehingga akan berpotensi merusak performa atau terjadi kernel panic. Oiya, ada juga penjelasan ruang swap yang bisa diterapkan pengguna.

Jangan kaget dengan istilah-istilah yang terkesan baru, karena penulis memang mengutamakan bahasa Indonesia, seperti “kandar”, “diska”, “titik kait”, dan istilah-istilah lainnya.

Buku ini dilisensikan dengan CC-BY-SA 4.0 International. Anda dapat mengunduhnya melalui laman idnux.wordpress.com atau langsung menuju tautan ini.

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...

  • anan234

    ini nih yang ane cari dari dulu.. wkwk dari pertama tahu Linux, mau nginstall debian gak berhasil-berhasil 😀