Canonical Kenalkan Perkakas Pengelola Source Code Paket Ubuntu dengan Git-ubuntu

Git telah menjadi sistem kontrol versi (VCS) populer yang dipakai oleh banyak proyek bebas/merdeka dan open-source. Salah satu proyek yang saat ini tengah sibuk beralih total ke VCS ini adalah Ubuntu. Akhir bulan Juli lalu, pengembang telah menyampaikan alasan mengapa mereka mengalihkan semua source code paket-paket Ubuntu ke Git di artikel ini.

Git

Perkakas yang dipakai untuk mengelola repositori kode Ubuntu nantinya, jelas, menggunakan git. Namun, untuk memudahkan, Ubuntu membangun ekstensi tambahan dengan nama git-ubuntu. Dalam postingan blog terbaru, Narava Mudan dari Canonical, menjelaskan fungsi perkakas git-ubuntu yang dimaksud.

Apabila Anda ingin mencoba perkakas git-ubuntu, ia tersedia sebagai paket snap “classic” sehingga dapat diinstal menggunakan perintah snap install --classic git-ubuntu. Seperti yang dikatakan sebelumnya, perkakas ini untuk mempermudah pengembang atau pengguna yang ingin mengunduh source code paket Ubuntu tertentu, misalnya git ubuntu clone php7.0 untuk mendapatkan source code paket php7.0. Terasa repot kalau Anda menggunakan perintah git biasa, git clone https://git.launchpad.net/~usd-import-team/ubuntu/+source/php7.0.

Setelah melakukan klon, source code akan memiliki branch ubuntu/devel yang aktif secara default. Branch ini mirip seperti branch master pada repositori kode git lain. Branch lain dapat Anda lihat dengan perintah git branch -r.

Lihat, banyak sekali bukan branch-nya? Satu yang menarik, branch-branch ini mewakili paket untuk rilis Ubuntu tertentu, seperti Xenial Xerus dan Zesty Zapus. Kita dapat membandingkan perbedaan paket pada Xenial Xerus dan Zesty Zapus dengan perintah git diff --shortstat pkg/ubuntu/xenial-devel pkg/ubuntu/zesty-devel.

Apabila Anda tertarik dengan perkakas ini, Anda bisa membaca tulisan terkait hal itu di insights.ubuntu.com.

Bagikan:

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...