Debian untuk Lingkungan Sekolah, Debian Edu/Skolelinux 9 Meluncur

Debian

Beberapa hari ini layak disebut sebagai hari Debian. Setelah meluncurkan Debian 9 Stretch, tim Debian meluncurkan Debian Edu/Skolelinux 9.

Debian Edu/Skolelinux merupakan varian Debian untuk lingkungan sekolah, baik berupa server maupun workstation yang dapat dipasang di laptop atau komputer pribadi (PC). Sebagai server, sistem operasi ini membawa segala pengaturan out-of-the-box untuk mengelola sistem e-learning, sekadar server penyimpan dokumen milik guru-guru, atau lebih dari itu. Sedangkan sebagai desktop, Debian Edu/Skolelinux menyediakan desktop environment GNOME, KDE Plasma, MATE, LXDE, dan Xfce.

Kata pengembang, “tim pengembang Debian Edu dengan senang hati mengumumkan Debian Edu 9 ‘Stretch’, rilis Debian Edu / Skolelinux pertama berbasis Debian 9 ‘Stretch’. Tolong uji dan laporkan balik (<debian-edu@lists.debian.org>) untuk membantu kami meningkatkan/memperbaruinya.”

Fitur baru Debian Edu/Skolelinux 9

Selain membawa pembaruan seperti yang ada di Debian 9 Stretch, Debian Edu/Skolelinux 9 telah mengaktifkan splash screen Plymouth secara defualtu, kecuali untuk profil Main Server dan Minimal. Sebagai perkakas monitoring, sistem operasi ini telah mengganti Nagios dengan Icinga.

Tak hanya itu, rilis ini juga menggunakan NBD alih-alih sebagai sistem berkas root pada Linux Terminal Server Project (LTSP). Di sisi terjemahan, Debian Edu/Skolelinux 9 menambahkan bahasa Jepang.

Debian Edu/Skolelinux 9 tersedia dalam bentuk ISO CD berukuran 647MB (unduh di sini) serta ISO DVD berukuran 5,45GB, ISO yang lengkap dengan lima pilihan desktop environment (unduh di sini).

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...