Endless OS Masuk Indonesia! Tapi, Sistem Operasi Jenis Apakah Ini?

Selamat datang di Indonesia, Endless!

Ini adalah ucapan selamat datang ketiga saya untuk proyek ini, ucapan sebelumnya saya sampaikan melalui akun Facebook Kabar Linux.

Tepat tanggal 4 Juli 2017 lalu, tim pengembang Endless resmi meluncurkan produknya untuk pasar Indonesia. Diselenggarakan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bersama dengan mitra mereka, Endless memperkenalkan sistem operasi Endless OS kepada khalayak ramai.

Berikut foto peluncuran Endless OS di Jakarta kemarin,

Apa itu Endless OS?

Endless OS adalah salah satu distribusi GNU/Linux yang ditargetkan untuk pengguna luring (offline). Sangat cocok untuk pengguna yang memiliki akses internet lambat atau bahkan tidak memilikinya sama sekali.

EndlessOS

Laman endless.com

Dari sisi teknis, Endless OS memang beda dari distribusi GNU/Linux konvensional. Untuk memasang paket aplikasi, distribusi GNU/Linux konvensional seperti Ubuntu mewajibkan pengguna memiliki akses internet sehingga pengguna dapat menginstal aplikasi melalui repositori resmi distribusi dengan manajer paket CLI apt atau GUI GNOME Software. Sedangkan Endless OS sudah menyediakan paket-paket aplikasinya dalam bentuk Flatpak yang dapat dijalankan langsung tanpa menginstalnya lebih dulu. Jadi tidak heran kalau berkas ISO Endless OS memang cukup besar. Versi Basic, ISO-nya berukuran 2,04 GB, sedangkan untuk versi Full terutama bahasa Inggris, ISO distro ini berukuran 14,08 GB.

Untuk versi Basic, meski ukurannya 2,04 GB, saya yakin aplikasi untuk dipakai sehari-hari seperti peramban, pengolah dokumen, pengolah gambar, dsb sudah tersedia secara default. Oleh pengembang, versi ini memang direkomendasikan untuk Anda yang memiliki akses internet, karena Anda harus memasang aplikasi yang belum disediakan melalui App Center.

Konteks “luring” di atas tidak hanya berurusan pada manajemen paket aplikasi, tetapi juga konten bacaan yang dapat diakses secara luring, misalnya konten ensiklopedia.

Oleh sebab itu, pasar utama Endless OS adalah negara dunia ketiga (berkembang) seperti Brasil, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan negara yang mayoritas berbahasa Spanyol seperti Mexico dan Argentina, yang memang akses internet tidak terlalu baik.

Tentang hal ini, dilansir oleh Liputan6, pendiri dan CEO Endless Matt Dalio menyatakan, “tak semua orang dapat menggunakan komputer dengan optimal karena keterbatasan koneksi dan tingginya biaya internet. Karena itu, saya hadir dengan kemampuan mengoptimalkan kuota internet yang dapat dibeli oleh pengguna.”

Teknologi di balik Endless OS

Pada dasarnya Endless OS merupakan sistem operasi GNU dengan kernel bebas/merdeka dan open-source populer, Linux. Desktop environment yang dipakai adalah GNOME yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa hingga mampu menampilkan desktop yang menawan ala ponsel pintar.

Endless OS

Desktop Endless OS (vimeo.com)

Untuk mengelola sistem berkas, sistem operasi ini menggunakan libOSTree (dulu OSTree). libOSTree adalah pustaka sekaligus perkakas mirip git untuk sistem berkas. Pengembang Endless OS dapat memutakhirkan dan memperbarui atau bahkan me-rollback sistem dengan perkakas ini mengingat segala proses perubahan sistem tercatat dalam commit dan bisa dilihat lewat perintah semacam git log (seperti yang saya bilang tadi, konsep libOSTree ini memang mirip seperti git 😉 ). Perkakas yang dibangun oleh pengembang Endless OS dengan basis libOSTree adalah eos-updater. Tentu saja, pengguna Endless OS tak perlu direpotkan dengan perkakas tersebut 😉 Karena perkakas tersebut merupakan alat yang hanya dipakai pengembang untuk mengelola sistem operasi ini.

Sebagai alat untuk mendistribusikan paket aplikasi, Endless OS memanfaatkan Flatpak. Ia adalah “kontainer” yang dikembangkan oleh RedHat dan merupakan sistem yang menerapkan teknologi libOSTree pula.

Endless OS masuk Indonesia

Siapapun dapat mengunduh berkas ISO Endless OS melalui laman unduh endlessos.com, bahkan untuk orang-orang yang tinggal di Indonesia. Bedanya, kemarin kita hanya dapat mengunduh Endless OS dengan bahasa Inggris dan bahasa non-Indonesia lainnya. Setelah Indonesia resmi menjadi pasar sistem operasi ini, Endless OS resmi menyediakan Endless OS dengan Bahasa Indonesia dengan ukuran sekitar 6,58 GB.

Mengapa berkas bahasa Indonesia berukuran lebih kecil? Karena, besar kemungkinan tak semua aplikasi yang dibawa Endless OS bahasa Inggris disediakan oleh Endless OS bahasa Indonesia.

Dalam peluncuran produk di Jakarta 4 Juli lalu, Endless OS resmi bekerjasama dengan merek populer Asus dan Acer. Jadi, bagi Anda yang berminat membeli notebook dengan sistem operasi Endless OS, Anda dapat membeli:

  • Asus X441NA

  • AIO Asus V221lC

  • Asus M32CD-K

  • Asus A456UQ

Bahkan menurut Alistair Wu, Notebook Produk Manager Asus Indonesia, Asus berminat menyediakan Endless OS di notebook gaming ROG mereka. Jangan salah, dukungan game di GNU/Linux memang makin baik, apalagi Steam Client tersedia secara native di GNU/Linux dan belum lama ini, Endless OS sukses menyediakan paket Flatpak Steam.

Sedangkan untuk Acer, Anda dapat membeli:

  • Acer Aspire ES1-132

  • Aspire ES1-432

  • Aspire E5-475

  • Aspire E5-475G

Saatnya untuk beli notebook Endless OS?

Silakan, ini waktunya! Tapi, jika Anda hanya ingin mencoba-coba lebih dulu, saya sarankan untuk mengunduh versi Basic-nya dan boot melalui USB.

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...

  • Arkaan Nurul Iman

    Syippp

  • Deri Herdianto

    keren dah

  • theman

    lumayan… .NET Core jalan ndak ya?

  • anto prihartono

    Sy baru aja dapet asus x441n.. D dalemnya ada endlessos.
    Lgsung lah cari2 tau apa itu endless os… Sampe tersesat disini…

    Yg saya rasa saat baru pake ni os, kok rasanya berat banget yaaa….
    Maen superTux aja nge-lag nya kebangetan…
    Apa hardware nya yg kurang yaaa??

    • Semoga ada manfaat yang dipetik setelah tersesat di sini mas 🙂

      Untuk segala masalah teknis bisa ditanyakan langsung ke forumnya mas Anto, pihak Endless, ambassador, dan pengguna lain aktif di forum tersebut https://community.endlessos.com

  • wahyu

    Gan…saya baru tau ini OS,,baru beli Acer E5 475 core i3 ,,nah mau di install kali linux,,caranya gimana ya? apa harus dual win 10+kali linux biar bisa pake kali linux bang? mohon di jawab,,tutorial tentang endless ini susah sekali..atau ada thread forun yang membahas ini..email saya mas prastyio@ymail.com…saya tunggu infonya

    • Sama seperti saat kita memasang distro GNU/Linux lain.

      Bertahan di Endless OS saja mas. Lingkungannya cocok untuk pemula. Oke, mungkin masih sedikit media yang membahas cara-ini-itu di Endless OS, tapi distro ini punya komunitas daring di https://community.endlessos.com/c/id. Kalau kesulitan, Endless juga punya ambassador di Indonesia[1], boleh colek beliau-beliau kalau pengin kenal lebih dalam dengan distro ini.

      Kalau masih ingin ganti distro, saya sarankan Ubuntu dan Linux Mint. Ramah pemula, tutorial bejibun, dan komunitasnya juga besar. Semoga sukses mas Wahyu!

      1: https://twitter.com/mhall119/status/926983082133004289

      • Wahyu

        Aku dlu user backtrack mas,,mau bljar lg kali,mlah mau bljr yg lbih lg slackware,,cman baru tau perkembngannya dh maju sekali…thnks infonya..update trus beritanya mas