KDE Plasma 5.9 Hadir, Notifikasi Lebih Interaktif, Fitur Global Menu, dll

Hari ini, tepat akhir bulan Januari 2017, KDE meluncurkan desktop environment KDE Plasma 5.9, sebagai rilis fitur baru setelah dikembangkan sejak bulan Oktober 2016.

Bagi para pengguna dan penggemar KDE, kehadiran desktop KDE Plasma 5.9 ini sangat ditunggu-tunggu, mengingat ia membawa banyak fitur baru yang akan semakin meningkatkan produktivitas mereka.

“Selasa, 31 Januari 2017. Hari ini KDE merilis pembaruan fitur Plasma pertama di tahun ini, Plasma 5.9. Di saat rilis ini membawa banyak fitur menarik untuk desktop Anda, kami akan tetap menyediakan perbaikan bug untuk Plasma 5.8 LTS,” tulis KDE via laman pengumuman peluncuran.

Video KDE Plasma 5.9:

Fitur-fitur baru KDE Plasma 5.9

KDE Plasma 5.9 membawa fitur preview interaktif pada notifikasi. Fitur ini terlihat menonjol ketika pengguna menangkap layar (screenshot) Plasma dengan Spectacle. Popup notifikasi akan muncul dengan preview hasil tangkapan layar. Melalui notifikasi ini, pengguna dapat menyeret (drag) preview ke peramban, aplikasi penulis posel (pos elektronik/email), aplikasi pengolah gambar, dsb.

Sedangkan untuk fungsi drag and drop sendiri, pengguna mampu menyeret widget kemudian menaruhnya langsung ke sistem tray. Fitur mengenai widget yang tidak kalah menarik adalah kemampuan menyunting ikon widget yang baru saja diseret ke desktop maupun menambahkan teks label, mengubah working directory, dan lain sebagainya.

Di fitur Task Manager, pengembang menambahkan fungsi perpindahan antar jendela menggunakan shortcut Meta + nomor dan fungsi pin.

“Yang baru di Task Manager lainnya adalah kemampuan untuk mem-pin setiap aplikasi yang berbeda. Dan saat Anda harus fokus pada tugas tertentu, aplikasi yang sedang menjalankan audio akan ditandai di Task Manager seperti yang dilakukan oleh peramban web modern. Bersamaan dengannya ada tombol mute pada aplikasi, hal ini akan membantu Anda untuk tetap fokus.”

Untuk applet Quick Lunch, pengembang telah menambahkan dukungan jump list actions.

KDE Plasma

KDE Plasma 5.9


KDE juga mewujudkan banyak keinginan pengguna, termasuk fitur “nostalgia”, seperti applet baru untuk menggabungkan widget dalam grup tertentu dengan antarmuka tab serta fitur Global Menu, antarmuka yang memisahkan jendela aplikasi utama dari menu bar.

Selain itu, KDE Plasma 5.9 juga membawa modul pengatur koneksi jaringan baru di System Settings serta membawa dukungan Wayland yang lebih baik. Di atas Wayland, desktop ini sekarang mendukung fitur penangkap layar (screenshot), fitur color picker, gesture, dsb.

KDE Plasma 5.9 juga telah meningkatkan tampilan visual dengan pembaruan Breeze style, dan kemampuan mengganti dekorasi jendela (window decoration) pada fitur Look and Feel.

Jika Anda tidak sabar ingin mencoba KDE Plasma 5.9, silakan unduh distro KDE neon Dev/Unstable di laman neon.kde.org/download.

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...

  • Handoko

    bagus sih, tapi KDE terkenal tapi apakah masih berat?

    • Kalau dari diskusi dan testimoni teman-teman, performa KDE sudah makin apik. Dibandingkan dengan versi sebelumnya, KDE4, KDE Plasma 5 lebih enteng. Bahkan ada yang bilang, sekarang justru GNOME yang lebih berat daripada KDE. Saya bukan pengguna keduanya, jadi ya belum memastikan sendiri ๐Ÿ˜€

      • Handoko

        Wah jadi pgn cobain si jagoan neon

    • KDE 5 enteng. Saya pasang KDE 5 di 4 komputer yang saya pakai.

      • Terima kasih om Walesa atas testi langsungnya ๐Ÿ˜

        • ๐Ÿ˜€
          Lebih enteng lagi kalau file search & indexing dimatikan. Penggunaan normal saya sehari-hari kira2 seperti ini (buka beberapa tab browser, beberapa app wine buat remote, krdc remote desktop, text editor, beberapa tab konsole, dolphin):
          https://uploads.disquscdn.com/images/99897a3f5f760f4be63f3d0ecc3763fc8c137f242c903e2a6ae18cc7580201df.png

          • Wah terima kasih om Walesa, saya jadi dapet tips baru biar Plasma nya wus wus buat temen-temen … hihi

          • Handoko

            lebih rekomen pake user LTS atau yg user biasa bang?

          • Selera sih ๐Ÿ˜€

            Kalau KDE neon LTS pakai desktop KDE Plasma 5.8 LTS, nanti pembaruannya cuma berupa perbaikan bug. Kalau KDE neon User pakai desktop KDE Plasma 5.9 stable, dan berpotensi dapet Plasma 5.10, 5.10, dst di masa mendatang.

          • Iwan Achmad

            matikan file search & indexing nya dimana om ?

          • System Settings -> Search -> File Search (plasma search juga bisa dimatikan kalau mau)

  • Abu Brewok

    bedanya sama KDE Neon apa ya ? masih satu developer kah ?

    • KDE neon itu distro yang dikembangkan KDE pak ๐Ÿ˜€

      https://kabarlinux.web.id/2016/kde-umumkan-proyek-kde-neon/

      • Abu Brewok

        Oh gitu ya ๐Ÿ˜. Berarti sama2 based on Ubuntu ya, kalo bedanya sama Kubuntu apa ya? Sama2 pake KDE

        • Dari segi teknis, gak jauh beda sih.

          Keunggulan KDE neon lebih ke banyaknya edisi yang disediakan. Seperti edisi Users dan Users LTS, yang pakai KDE Plasma stable dan KDE Plasma LTS, serta edisi Dev yang ngikutin pembaruan kode KDE. Dibandingkan dengan Kubuntu, KDE neon lebih cocok buat pengguna yang selalu pengin pakai perangkat lunak terbaru dari KDE.

          Hal menarik lain, pengembangan KDE neon dipimpin oleh mantan manajer rilis Kubuntu ๐Ÿ™‚