Kembali ke GNOME, Ubuntu Berhenti Kembangkan Unity 8 dan Mir

Bertahun-tahun ini desktop environment Unity yang dimiliki Ubuntu menerima rasa cinta dan benci secara bersamaan. Namun, bagi para penggemarnya, Unity adalah segalanya, cantik dan menawan, apalagi Canonical selaku pengembang Ubuntu berusaha merilis Unity 8.

Namun, tak dinyana, Canonical menyerah. Tanggal 5 April waktu setempat, Mark Shuttleworth mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan usaha pengembangan Unity 8, Mir, Ubuntu phone dan tablet, serta tak lagi menggebu-nggebu dengan proyek konvergensinya. Rencana paling dekat untuk menggantikan Unity 8 adalah kembali ke GNOME mulai Ubuntu 18.04 LTS.

“Kami akan tetap memproduksi desktop open-source paling berguna di dunia, memelihara rilis LTS yang sudah ada, bekerja dengan partner komersial kami untuk mendistribusikan (sistem operasi) desktop tersebut, mendukung pelanggan korporasi yang bergantung pada teknologi tersebut, dan memuaskan para pengembang awan dan IoT yang sedang berinovasi di atasnya,” ujar Shuttleworth.

Dia merasa salah ketika mengganggap konvergensi adalah masa depan free software. Di saat mereka menganggapnya sebagai sebuah inovasi, Shuttleworth merasa bahwa hal itu justru dianggap fragmentasi oleh komunitas.

Di masa mendatang, Canonical akan fokus mengalihkan usahanya di pengembangan Ubuntu desktop itu sendiri, Ubuntu server, dan VM, beserta produk infrastruktur awan seperti OpenStack dan Kubernetes. Selain itu, fokus mengembangkan operasi awan MAAS, LXD, Juju, BootStack, dan fokus di dunia IoT dengan Snap dan Ubuntu Core-nya.

Bagaimana menurut Anda?

Bagikan:

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...

  • Hidup GNOME ๐Ÿคฃ

    • om Ali Sopwer perlu diundang ke sini biar makin rame ๐Ÿคฃ ๐Ÿคฃ

      • Ali

        Betul itu

        ๐Ÿ™„๐Ÿ™„

  • Rania El-Amina

    Duh, kasihan saya yg belum pernah pakai unity ๐Ÿ™

  • Anjar Mukti Prakoso

    Padahal penasaran denga Unity 8

    • Tak pa pa mas, tetap sehat, tetap semangat, untuk kembali ke GNOME ๐Ÿ˜€

      • Anjar Mukti Prakoso

        GNOME sekarang bukan GNOME yg dulu
        Berrrrattttt

  • Hans

    gpp sih, saya bukan pecinta unity juga.. mgkn krn unity itu makanya ga bisa betah lama2 pake ubuntu… btw semangat buat unity lovers semua hehehe ๐Ÿ˜€

    • Sama-sama kakak …

      * eh saya bukan salah satu penggemar Unity ding ๐Ÿ˜…

  • Ary Septian Pratama

    Padahal Unity jadi desktop favorit buat para newbie (karena hampir mirip Mac). Tapi balik lagi ke Gnome malah bagus, jadi nggak ada lagi ‘software eksklusif’ di Ubuntu.

    Tapi kenapa bukan Ubuntu MATE ya? Padahal secara penampilan Ubuntu MATE sama kaya Ubuntu sebelum 10.10.