Mampu Berjalan Sebagai Root di Wayland, GParted 0.30.0 Diluncurkan

Proyek perangkat lunak pemartisi populer GParted merilis versi anyar 0.30.0.

Menyusul kehadiran Wayland yang bakal menjadi display server masa depan distribusi GNU/Linux, di rilis ini, pengembang telah meningkatkan kemampuan pemartisian pada lingkungan Wayland, khususnya kemampuan untuk dijalankan dengan hak akses root. Sebelumnya, hal ini tidak bisa dilakukan mengingat cara kerja alami Wayland memang tidak mengizinkan aplikasi GUI berjalan sebagai root.

GParted
Figure 1. GParted

Masalah pada GParted tersebut dibenahi dengan memanfaatkan xhost, perkakas untuk memperkenankan dan me-revoke akses root pada display X11. Sebagai media GUI untuk memasukkan password root, GParted memakai pkexec. “Pkexec dari polkit dijadikan sebagai pilihan pertama program SU grafis menyusul semua desktop menetapkan polkit sebagai mekanisme akses privilege utama,” tulis pengembang GParted.

Untuk menggunakan xhost pada GParted, sebelum dikompilasi, pengguna harus mengonfigurasinya dahulu dengan perintah ./configure --enable-xhost-root.

Beda dari rilis sebelumnya, program SU grafis (pkexec) sekarang dijalankan melalui wrapper shell GParted, tidak lagi melalui gparted.desktop. Kata pengembang, salah satu keuntungan dari perubahan ini adalah GParted lebih fleksibel, bisa dijalankan sebagai user biasa maupun root.

Selain itu, GParted 0.30.0 juga menghadirkan beberapa perbaikan fitur serta memperbarui terjemahan, termasuk bahasa Indonesia. Untuk mengunduh tarball GParted, silakan kunjungi tautan ini. Beberapa jam/hari lagi, pengembang juga akan menghadirkan citra ISO GParted Live 0.30.0.

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...