Pemblokiran Telegram, Langkah Gegabah Pemangku Kebijakan

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...

  • Abu Brewok

    Yup, mungkin Wire atau Signal tapi tidak Whatsapp

  • Pratama

    Pak Menteri dan rekan2 staff KOMINFO. Mohon jangan bertindak gegabah dengan memblokir Telegram. Tunjukkan kreativitas Anda dengan membuat kebijakan lain yang lebih bijak. Banyak rakyat kecil yang memanfaatkan medsos Telegram untuk mencari nafkah (jual pulsa misalnya), pun saya pribadi dan banyak pegiat komunitas perangkat lunak bebas merdeka khususnya GNU/Linux. Memanfaatkan telegram sebagai ajang silaturahmi dan menimba ilmu.

    Jadilah menteri yang mampu mendengar suara rakyat.

  • iamstrong

    Inikah bentuk negara demokrasi?
    Mayoritas kebijakan hanya dilakukan sepihak saja
    Katanya disuruh melek teknologi, tapi apa? Dikit-dikit blokir, ini itu bermasalah blokir
    Zaman terus menerus berkembang. Kalau kita tidak mengikuti ya tertinggal.
    Saya kok jadi males ya dengar/baca berita yang selama ini beredar, mayoritas isinya menunjukkan kuasa penguasa. Iya tahu, derajat kalian paling tinggi dalam strata sosial tapi, ya tidak beginilah caranya! Semua ada prosedurnya.
    Kalau tidak ingin ada ancaman ya putus saja koneksi internet di seluruh Indonesia. Biarkan kita hidup seperti katak dalam tempurung.

    • inimah ada udang di balik batu, ada kepentingan2 tertentu di balik pemblokiran Telegram, buktinya sewaktu pengumuman pemblokiran telegram kominfo malah lansung ngumumin chanel resmi nya di Line . bener2 ada amplop di balik kata blokir

  • Saya sih sampai saat ini masih baik-baik saja kalau telegram diblokir. Toh tinggal edit sebaris kode di 1 file blokirnya langsung kebuka.
    Kalau pemerintah cerdas, pemblokiran ini bisa dijadikan 1 rangkaian momentum untuk berdikari. Sengaja ditutup, maklum, telegram produk luar negeri, katanya jangan banyak impor. Kode telegram terbuka dengan lisensi GPL baik v2 ataupun v3. Dimodif, taruh di server lokal, kasih domain .id biar keren, jadilah aplikasi “bukan telegram”

  • Teguh Broadway

    Klo baca2 berita yg berkaitan dg pemblokiran ini ada beberapa poin yg mjd perlu diperhatikan (government side): 1) Pemerintah sdh pernah melaporkan beberapa channel tetapi tdk ditanggapi Telegram, 2) Polisi pernah menyampaikan permintaan kepada Terlegram agar membuka akses khusus utk penanganan kejahatan terorisme dan narkoba, tetapi tdk ditanggapi Telegram, 3) Pemerintah menyadari bahwa pemblokiran Telegram web tdk sepenuhnya menutup akses terhadap Telegram krn Telegram masih bisa diakses melalui banyak cara, tetapi ini hanya utk menunjukkan kepada Telegram bahwa Pemerintah sangat serius dg masalah ini; sebelumnya Telegram sama sekali tidak mau membuka saluran komunikasi dg Pemerintah.