Rilis Development Awal Krita 4.0, Penuh dengan Fitur-Fitur Baru!

Proyek Krita baru saja menerbitkan kabar menarik seputar pengembangan rilis mayor Krita 4.0. Apa saja yak fitur-fitur baru yang akan hadir di versi ini?

Pengolahan SVG

Akhir tahun lalu, pengembang bakal menambahkan dukungan SVG di mana bulan Februari 2017 proyek ini memamerkan hasil karya vektor berupa SVG yang dibuka lewat Krita. Perenderan SVG di aplikasi ini cukup memuaskan, hampir mirip seperti perenderan SVG oleh Inkscape.

Saat itu, dukungan SVG masih disebut sebagai dukungan alternatif Open Document Graphics (ODG) tetapi sekarang Krita 4.0 memastikan telah mengganti total sistem dukungan vektor dengan standar SVG, bukan lagi ODG. “[..] kami telah mengganti keseluruhan sistem layer vektor: alih-alih menggunakan standar Open Document Graphics, sekarang Krita menggunakan standar SVG untuk menyimpan informasi vektor,” tulis pengembang.

Penggantian standar ini untuk menjaga kompatibilitas dengan perangkat lunak pengolah vektor lain seperti Inkscape. Penting dicatat, meski beralih ke SVG, Krita 4.0 tetap bisa dipakai untuk membuka dokumen vektor ODG. Namun tidak sebaliknya, Krita 3.x tidak akan bisa membuka vektor SVG buatan Krita 4.0.

Krita 4.0 juga menjanjikan pengolahan vektor yang lebih mudah.

Sistem airbrush dan tool baru

Krita 4.0 juga akan membawa sistem airbrush yang benar-benar baru dengan performa yang jauh lebih baik dibanding sistem sebelumnya. Di samping itu, akan ada tool baru: healing brush tool yang dapat diaktifkan lewat ikon plaster.

Sistem penyimpanan baru

Menurut pengembang, Krita 4.0 pun telah memperbaiki proses penyimpanan berkas supaya lebih aman. Serta mampu menampilkan peringkatan ketika pengguna akan menyimpan gambar dalam format tertentu yang berpotensi merusak data.

Misalnya, ketika pengguna menyimpan hasil gambar dari Krita ke berkas Photoshop (seperti PSD), aplikasi ini akan menampilkan keterangan bahwa beberapa fitur seperti Vector Layer, Generator Layer, Filter Layer, Filter Mask, dan Clone Layer tidak didukung oleh Krita dan hanya hasil perenderan yang akan disimpan olehnya.

Pesan peringatan Krita 4.0

Pesan peringatan yang muncul saat pengguna akan menyimpan berkas sebagai .psd pada Krita 4.0

Docker baru

Calon rilis mayor ini juga akan membawa pembaruan pallete docker yang mengizinkan pengguna untuk mengatur palet dalam grup warna, mengatur palet menggunakan drag and drop, dsb. Di samping itu, ia juga akan membawa docker baru untuk memuat simbol SVG yang dapat diseret ke gambar sebagai shape, termasuk simbol berbentuk speech bubble dari proyek Pepper and Carrot milik David Revoy.

Tak berhenti di sini, pengembang Krita juga tengah sibuk mengolah fitur-fitur baru lain, salah satunya dukungan plugin Python. Jadi, buat Anda para desainer, komikus, pengguna Krita, Krita 4.0 akan membawa banyak kejutan untuk Anda. Pasti!

Anda dapat mencoba fitur-fitur di atas pada Krita 4.0-pre-alpha dengan mengunduh berkas AppImage-nya di tautan ini (unduhan langsung).

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...

  • Rania Amina

    Siap unduh ini . . . .