Sambut Firefox Quantum, Firefox 57 yang Lebih Cepat, Gesit, dan Hemat Memori

Sesuai janji, Mozilla mengumumkan rilis final Firefox 57, dan tebak, Firefox 57 merupakan rilis paling besar yang pernah dilakukan oleh Mozilla sejak versi 1.0. Di sini, Mozilla telah memperbarui inti sampai tampilan peramban sehingga lebih segar dan berkinerja makin baik.

Firefox
Figure 1. Firefox 57 (maafkeun jika tangkapan layar masih versi beta 🙂 )

Istilah “rilis paling besar” pada Firefox 57 bukan hanya sebuah awang-awang. Dilihat dari kodenya, proses menuju Firefox Quantum menghasilkan hampir 7 juta baris kode baru dan hampir 5 juta baris kode diubah, yang ditulis oleh 700 pengembang sejak rilis 6 Agustus. Fantastis!

Kalau dilihat dari daftar bug, peningkatan performa serta UX peramban Firefox gres dihasilkan dari perbaikan 369 bug dan 1.190 bug. Selamat kepada Mozilla!

Perkenalkan Firefox Quantum

Mulai rilis ini, Firefox memiliki julukan baru: Firefox Quantum. Firefox Quantum menggunakan mesin peramban anyar yang fokus pada kinerja paralel, dan memang ditujukan untuk perangkat komputer modern. Dengan mesin ini, Mozilla percaya bahwa Firefox sekarang memiliki kinerja dua kali lebih cepat dibanding rilis sebelumnya dan 30 persen lebih hemat memori dibanding Chrome.

“Cepat. Sangat cepat. Firefox Quantum dua kali lebih cepat dibanding Firefox 6 bulan lalu, dibangun di atas mesin inti anyar dengan teknologi segar yang diambil dari grup riset mahir, dan dihiasi dengan desain tampilan baru yang cantik dan memanjakan Anda: berselancar dengan ribuan halaman, membuka jutaan tab, semuanya bebas dari masalah karena Firefox Quantum menggunakan memori lebih kecil dari pada kompetitor,” jelas Mark Mayo dari Mozilla.

Peningkatan performa tidak hanya ditimbulkan oleh mesin peramban, tetapi juga mesin CSS Stylo. Stylo berperan penting ketika Firefox Quantum menampilkan tampilan situs. Ia mampu melakukannya dengan banyak inti CPU sehingga lebih teroptimasi, hemat konsumsi power komputer.

Apakah kami sudah menyinggung antarmuka baru Firefox? Yep, peramban ini kini menggunakan antarmuka yang lebih segar, yang dijuluki sebagai Photon. Mozilla mengklaim, Photon mampu berjalan lebih cepat dan mulus.

Fakta menarik dari antarmuka ini, ia dihasilkan dari studi yang dilakukan oleh tim riset mengenai bagaimana orang-orang, khususnya warga Jerman, berselancar di internet. Hasil riset tersebut dituliskan oleh Gemma Petrie, staf riset Mozilla, di tautan ini (layak untuk dibaca 😉 )

Sudahlah, jangan banyak cincong!

Oke .. oke. Kami yakin, Firefox Quantum belum akan hadir di distribusi GNU/Linux Anda dalam waktu dekat (kecuali jika Anda memakai distro bleeding edge dan rolling release), jadi jika Anda penasaran dengan jalannya peramban ini, Anda dapat mengunduh berkas binary-nya melalui laman resmi Firefox.

Untuk selanjutnya, persaingan pasar peramban pun menjadi semakin menarik, kita akan lihat nanti! Pos kami berjudul Siap Bertarung dengan Google Chrome (Lagi), Ada Apa dengan Mozilla Firefox? adalah artikel yang dapat Anda rujuk.

Selamat berselancar ria!

Bagikan:

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...

  • Andi Laksana

    Mantap …