SDDM 0.16.0 Pisahkan Konfigurasi Distro dan Pengguna, Dukung ConsoleKit2

Proyek Simple Desktop Display Manager atau biasa disebut SDDM menghadirkan rilis anyar SDDM 0.16.0. SDDM merupakan display manager modern untuk lingkungan X11 dan Wayland berbasis QML. SDDM sendiri dikembangkan dan digunakan sebagai display manager utama proyek Liri, KDE Plasma 5, dan LXQt.

SDDM
Figure 1. SDDM (github.com)

Pembaruan penting yang menjadi sorotan di rilis ini adalah dukungan konfigurasi bawaan distro dan konfigurasi yang ditulis oleh pengguna sendiri. SDDM merupakan display manager yang sangat fleksibel, pengguna dapat menyunting sendiri tema SDDM yang mereka pakai. Namun, karena dahulu hanya ada satu berkas konfigurasi, saat pengguna menulis sendiri tema buatannya, konfigurasi berpotensi rusak setelah proses pemutakhiran sistem.

“Konfigurasi SDDM biasanya berisi opsi yang diatur pengguna dan opsi yang didefinisikan distro. Contohnya, sebuah distro mungkin ingin menyediakan tema kustom spesifik, tetapi nama autostart pengguna tidak mungkin didefinisikan oleh distro,” terang pengembang.

Para pengembang distro haruslah menaruh berkas konfigurasi SDDM di /usr/lib/sddm/sddm.conf.d sedangkan pengguna yang ingin mengoprek tampilan SDDM diharuskan memanfaatkan direktori /etc/sddm.confg.d. Untuk memilih konfigurasi mana yang dijalankan, SDDM akan mendeteksi terlebih dahulu berkas /etc/sddm.conf, kemudian /usr/lib/sddm/sddm.conf.d, dilanjutkan dengan /etc/sddm.conf.d.

Selain itu, pembaruan mencolok di rilis ini adalah dukungan ConsoleKit2. Akhirnya! Dengan demikian, bagi distribusi GNU/Linux yang tidak membenamkan systemd-logind, systemd-shim, atau elogind, tetap bisa menggunakan SDDM tanpa perlu repot-repot membangun patch dukungan ConsoleKit sendiri.

Kembali tahun 2014, setahun pasca ConsoleKit dinyatakan usang dan setahun setelah proyek tersebut dilanjutkan oleh Xfce sebagai ConsoleKit2, mentah-mentah pengembang SDDM menolak untuk mendukung ConsoleKit lagi. Distro yang tidak mendukung systemd seperti Gentoo dan Slackware pun dengan terpaksa harus menuliskan patch sendiri untuk menambahkan fitur “usang” tersebut.

Di samping dukungan ConsoleKit2, SDDM 0.16.0 juga menambahkan dukungan shell Fish pada Xsession maupun wayland-session, karakter non-latin pada pengaturan tema, meng-unlock GNOME keyring saat login, dan memperbaiki beberapa bug penting. Cek tautan ini untuk melihat catatan perubahan lengkapnya.

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...