Sistem Operasi Parrot Security Injak Versi 3.7, Dukungan Arsitektur ARM Semakin Baik

Setelah merilis Parrot 3.6, tim Parrot Security meluncurkan versi baru: Parrot 3.7. Parrot adalah sistem operasi atau distribusi GNU/Linux yang ditujukan untuk menguji keamanan sistem, atau kerennya untuk penetration testing seperti Kali Linux.

Parrot

Repositori kode Parrot

Namun, bukannya berbasis Devuan, Parrot 3.7 tetap dibangun dengan basis Debian, tepatnya Debian 10 Buster yang masih berada di kanal “testing”.

Tahun 2014 lalu, selain mengumumkan nama kode Debian 9 Stretch, pengembang juga memastikan nama kode Debian 10 adalah “Buster”. Dalam karakter Toy Story, Buster adalah anjing kesayangan Andy.

Kata Palinuro, pimpinan pengembangan Parrot, rilis berbasiskan Debian 10 testing ini membawa banyak pembaruan paket yang tertahan di Debian unstable akibat fase pembekuan pra-rilis, seperti kernel Linux 4.11. Pembaruan lain juga ada pada tema ARC serta perkakas auto-updater yang kini mampu menampilkan proses saat memutakhirkan sistem. “Kami memutuskan untuk tidak memperkenalkan perubahan signifikan di rilis baru ini, kami hanya fokus menjadikan apapun lebih baik,” ujarnya.

Sisanya adalah perbaikan server dan infrastruktur build.

Dukungan arsitektur ARM

Parrot untuk arsitektur ARM sudah semakin baik, bahkan repositori distro ini sudah mendukung ARMhf (32-bit) dan ARM64 (64-bit). Kabar bagus lain, semua paket ARM sudah tersinkronisasi dengan versi x86-nya. Hanya saja, dalam beberapa bulan terakhir pengembang yang fokus membangun varian ARM sangat sibuk, hingga pembangunan citra ARM tersendat. Saat ini, citra Parrot ARM masih berbasiskan versi 3.4, itupun hanya tersedia untuk papan Raspberry Pi.

Anda dapat bergabung menjadi pengembang Parrot varian ARM jika ingin ikut mempercepat proses pembangunan citra ARM dan ikut mewujudkan misi pengembangan Parrot ARM untuk Pine64. Silakan baca parrotsec.org untuk lebih lengkapnya.

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...