Sundara OS 38.10.3 Meluncur, Sediakan Desktop Manokwari

Pengembang Sundara OS mengumumkan kepada khalayak bahwa rilis 38.10.3 sudah tersedia dan siap diunduh oleh penggunanya. Sundara OS merupakan distribusi GNU/Linux lokal yang dibangun dengan basis Ubuntu. Sebagai distro remaster, Sundara OS belum memiliki repositori sendiri dan masih bergantung pada repositori Ubuntu.

Tiga bulan dikembangkan, Sundara OS 38.10.3 dibangun dengan basis Ubuntu 16.04.3 LTS. Yang menarik di sini, Sundara OS menghadirkan sesi desktop baru: Manokwari, desktop environment atau shell yang dikembangkan oleh BlankOn.

Sundara OS

Desktop Manokwari di Sundara OS (sundara-os.blogspot.co.id)

Selain itu, Sundara OS 38.10.3 juga menghadirkan pembaruan kernel, pengolah dokumen LibreOffice 5.4.1, Mozilla Firefox 55, Telegram 1.1.19, Remmina 1.2.0, Google Chrome 60, dan Blender 2.79 RC2. Bagi pengguna Wine, Sundara OS akhirnya menghadirkan rilis stable paling baru, Wine 2.0.2, setelah selama ini menyediakan Wine 1.x.

Aplikasi-aplikasi baru juga dapat Anda temukan di sini, termasuk Alldeb Manager, Calibre 3.4, Docker, DiffPDF 2.1.3, CherryTree 0.36.4, minbar, PlayOnLinux 4.2.11, Elinks, GNOME Nettool 3.8.2, dconf editor, GNOME Subtitle 1.3, Gweled 0.9.1, dan OSDLyric 0.4.3. Buat para pemrogram, Geany menghadirkan plugin baru sedangkan bagi yang sering melakukan presentasi menggunakan LibreOffice Impress, Sundara OS 38.10.3 menyediakan lebih banyak template segar.

Di sisi desktop, Sundara OS telah memperbarui tema kursor Karasa Jaga, applet indikator, dan DocBarX.

Unduh Sundara OS 38.10.3

Proses unduh berkas ISO Sundara OS cukup memusingkan bagi Anda yang terbiasa klik-langsung-unduh. Untuk memilih versi 32-bit silakan kunjungi tautan ini, sedangkan versi 64-bit kunjungi tautan ini. Untuk memunculkan tautan unduh, Anda diharuskan klik tombol Tweet (Twitter), G+ (Google Plus), atau Sukai (Facebook). Setelah saya coba, tombol G+ tidak berguna, tombol “Klik di sini” tidak muncul meski saya sudah membagikan URL Sundara OS ke akun Google+ lewat tombol tersebut. Sedangkan, saat saya mengklik tombol Tweet, tombol unduhan bisa langsung muncul. Saya belum mencoba apakah tombol Sukai bisa berjalan normal layaknya tombol Tweet.

Setelah itu silakan “Klik di sini”. Perhatikan bahwa tautan unduhan tersebut berbentuk Adf.ly sehingga Anda harus kembali mengklik sebuah tombol (kali ini “Skip Ad”).

Sayang, ketika tautan tersebut sudah mengarah ke tautan server penyedia ISO Sundara OS, koneksi ke tempat tersebut tidak dapat dipercaya. Kemungkinan besar karena sertifikat SSL yang ditandatangani sendiri (self-signed).

Sundara OS unduh

Untuk menuju ke server itu, saya harus kembali repot dengan memercayai koneksi tersebut secara manual dengan masuk ke “I Understand the Risks” kemudian “Add Exception…​”. Laman akan muncul ketika saya mengklik “Confirm Security Exception” (saya menggunakan Pale Moon, silakan sesuaikan dengan peramban yang Anda pakai).

ISO dapat langsung diunduh dengan cara memencet tombol Download di pojok kanan atas laman pengunduhan.

Update (18/9): Masalah seputar sertifikat di atas sudah dibenahi. Sekarang, untuk mengunduh Sundara OS tak perlu repot-repot memercayai koneksi ke server penyedia ISO secara manual 🙂

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...