Tails 3.0 Meluncur, Hapus Dukungan 32-bit, Perbarui Fungsi Startup

Tanggal 13 Juni 2017, sesuai rencana, pengembang mengumumkan kehadiran Tails 3.0. The Amnesic Incognito Live System atau Tails merupakan distro live yang fokus pada privasi pengguna dan merupakan sistem operasi favorit Edward Snowden.

Kehadiran Tails 3.0 ini menjadikannya sebagai versi pertama yang dibangun dengan basis Debian 9 Stretch. “Ia membawa startup dan pengalaman shutdown yang benar-benar baru, penyegaran desktop, peningkatan keamanan, dan pemutakhiran mayor beragam perangkat lunak bawaan,” ujar laman pengumuman kemarin.

Yang baru di Tails 3.0

Sempat disinggung di atas, Tails 3.0 telah mendesain ulang Tails Greeter, aplikasi untuk mengonfigurasi startup. Aplikasi ini sekarang menampilkan semua opsi hanya dalam satu jendela dan juga menampilkan pertama kali pengaturan language and region untuk membantu pengguna di seluruh dunia. Tails Greeter ini juga mengijinkan fitur accessibility untuk dapat diaktifkan dari awal.

Tails Greeter

Tails Greeter di Tails 3.0

Beberapa masalah saat shutdown di versi lalu pun dibenahi di versi terbaru ini. Di samping itu, Tails 3.0 mulai memanfaatkan fitur freed memory poisoning dari kernel Linux.

Di bagian desktop GNOME, Tails 3.0 memperbarui fitur Files, area notifikasi, dan jendela “cheatsheet” tombol shortcut.

Mulai versi ini pula, pengembang Tails menepati janji untuk menghapus dukungan komputer 32-bit. Dengan hanya fokus pada 64-bit, Tails 3.0 akan lebih aman dari beberapa eksploitasi keamanan, meningkatkan keamanan dengan mendukung PIE, NX bit, dan memutakhirkan Tor Browser ke versi 7.0 yang mendukung content sandboxing.

Selain itu, Tails 3.0 juga memperbarui beberapa paket aplikasi—​mengikuti Debian 9, yang mencakup LibreOffice 5.2.6, Inkscape 0.92.1, KeePassX 2.0.3, Audacity 2.1.2, git 2.11.0, Enigmail 1.9.6, MAT 0.6.1, dan Dasher 5.0.

Para pengguna Tails dapat memutakhirkan sistemnya ke versi 3.0 dengan mengikuti tutorialnya di tautan ini. Atau jika ingin mengunduh ISO-nya, silakan kunjungi laman ini.

Bagikan:

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...