Tanpa Wine, TeamViewer Dukung GNU/Linux Secara Native dengan Basis Qt

Pengembang TeamViewer kemarin meluncurkan versi baru TeamViewer 13. Ada yang menarik di sini, TeamViewer resmi mendukung GNU/Linux secara alami dengan fitur-fitur anyar yang fungsional.

Bagi yang kurang mengikuti perkembangan perangkat lunak remot desktop TeamViewer, selama ini mereka menyediakan paket untuk dipasang di GNU/Linux yang dibundel bersama Wine. Jika selama ini Anda tidak menyadarinya, TeamViewer yang berjalan di GNU/Linux memang berjalan di atas kompatibilitas layer Wine.

TeamViewer
Gambar 1. Laman TeamViewer

Mulai rilis TeamViewer 13, hal itu tidak akan terjadi lagi. Perangkat lunak ini resmi mendukung GNU/Linux secara alami dengan antarmuka berbasis Qt dan alami mendukung 64-bit sehingga tak lagi membutuhkan dependensi 32-bit. “Selama bertahun-tahun, TeamViewer untuk Linux berbasiskan Wine. Tumbuhnya basis pengguna dan permintaan serta terbatasnya sisi teknis menyebabkannya dibangun ulang secara alami (native), (dengan) antarmuka pengguna berbasis Qt,” tulis pengembang.

TeamViewer pun mulai mendukung Wayland, tetapi hanya fitur outgoing remote control dan incoming file transfer. Untuk melakukan incoming remote control pengembang menyarankan pengguna untuk menggunakan X. Untuk totalitas mendukung Wayland, TeamViewer harus menambahkan dukungan bermacam-macam desktop environment dalam basis kodenya. Namun, sebagai target awal, pengembang akan mendukung GNOME terlebih dahulu.

Dukungan GNU/Linux secara alami ini masih berupa rilis preview, Anda dapat mengunduhnya melalui tautan ini.

Bagikan:

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...