Tim Ubuntu Desktop Kabarkan Rencana Pengembangan Ubuntu 17.10

Buat pengguna Ubuntu, Anda pasti penasaran dengan rencana pengembangan Ubuntu 17.10, termasuk saya, mengingat Ubuntu adalah distro GNU/Linux populer yang sering saya rekomendasikan kepada pengguna pemula.

Seperti yang kita tahu, Ubuntu akan kembali ke GNOME setelah bertahunn-tahun menggunakan desktop Unity. Kabar yang mengejutkan!

Pasca keputusan tersebut, para pengguna dibuat penasaran tentang bagaimana Ubuntu selanjutnya ketika menggunakan GNOME sebagai desktop default, terutama dari segi teknis.

Terima kasih kepada Joey Sneddon dari OMG! Ubuntu!, ia baru saja mewawancarai Ken VanDine, seorang Software Engineer Canonical yang mengerjakan Unity 8 dan merupakan anggota tim desktop Ubuntu. Dalam wawancara tersebut, tersiar kabar menarik seputar Ubuntu 17.10, versi Ubuntu pertama pasca beralih dari Unity.

Ubuntu

Ubuntu GNOME 16.04

Tentang ekstensi, tema, dan pemaketan Ubuntu 17.10

Ada banyak sekali ekstensi yang memperkaya fitur desktop GNOME, beberapa di antaranya dijamin akan meningkatkan fungsionalitas Ubuntu 17.10. Namun, apakah Ubuntu 17.10 akan membawa beberapa ekstensi secara default?

VanDine belum yakin. Yang jelas, ia dan pengembang lain akan mengoprek beberapa bagian untuk memberikan pengalaman baru kepada pengguna. Sebagai umpan balik untuk dipertimbangkan pengembang, OMG! Ubuntu! menerbitkan jejak pendapat seputar ekstensi-ekstensi yang fungsional menurut Anda. Akses tautan ini, untuk ikut menyumbangkan jejak pendapat.

Untuk versi Ubuntu 17.10, tidak akan ada tema baru. Di versi ini, pengembang “hanya” fokus memberikan pengalaman migrasi sempurna dari Unity ke GNOME. Tema anyar mungkin baru akan hadir di Ubuntu 18.04.

Meski selama ini Ubuntu menggunakan aplikasi-aplikasi GNOME, bukan berarti aplikasi-aplikasi tersebut murni dari upstream. Ubuntu pun menggunakan patch-patch sendiri untuk mengustom aplikasi bawaan GNOME untuk menyelaraskan dengan Unity dan menyediakan fitur khas Ubuntu kepada pengguna.

Apakah Ubuntu 17.10 ke atas akan memertahankan patch-patch ini? Ternyata tidak. VanDine dan pengembang lainnya tengah sibuk menyingkirkan patch-patch tersebut. Beberapa patch yang sedang dihapus termasuk Ubuntu Online Accounts dan lib unity. Dengan begini, di masa mendatang Ubuntu akan fokus berkontribusi ke upstream alih-alih menulis patch sendiri.

Ubuntu 17.10 kemungkinan akan membawa GNOME 3.26, tetapi ini masih didiskusikan oleh internal pengembang beserta aplikasi-aplikasi GNOME apa yang akan dibundel secara default nanti.

Bersamaan dengan ini, VanDine mengungkapkan, pengembang juga sedang menyiapkan sesi GNOME Wayland ke distro sejuta umat ini dan menjadikannya secara default di versi 17.10. Mereka cukup yakin, usaha ini bakal lancar.

Saat ditanyakan seputar proses peralihan dari Unity ke GNOME, VanDine berterima kasih kepada tim Ubuntu GNOME yang telah menyediakan paket-paket berkualitas bagus sehingga tim Ubuntu desktop tinggal meninjau keamanan paket-paket tersebut untuk segera dimasukkan sebagai paket utama.

Buat Anda yang penasaran dengan pemutakhiran (upgrade) dari Ubuntu Unity ke GNOME. Pengguna akan tetap disodorkan dengan sesi Unity. “Pengguna akan menjumpai sesi GNOME sebagai opsi saat login. Sesi Unity akan tetap terinstal usai pemutakhiran,” ujar VanDine menjawab pertanyaan Joey.

Kecuali jika Anda melakukan fresh install atau clean instal, Anda hanya akan diberi pilihan sesi GNOME.

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...

  • anan234

    ubuntu tanpa unity akan kehilangan ke-khasannya
    semoga Mint tetap dengan CInnamonnya