Wine Versi Premium, CrossOver 17 Resmi Dukung Microsoft Office 2016

Bulan ini, perusahaan di balik Wine “versi” proprietari CrossOver, meluncurkan rilis anyar CrossOver 17. Rilis ini digarap hampir selama satu tahun sejak versi mayor CrossOver 16.

CrossOver

“Selama 11 bulan dan 23 hari (tetapi siapa pula yang menghitungnya) pengembangan telah dilakukan. Setelah rilis CrossOver 16, 358 hari yang lalu, perusahaan memutuskan untuk memperkenankan versi Windows dari Microsoft Office 2016 berjalan di macOS dan Linux sebagai proritas utama,” kata Jana Schmid hari Selasa lalu.

Seperti yang disinggung Jana dalam pos tersebut, CrossOver 17 resmi mendukung Microsoft Office 2016. Dukungan pengolah dokumen ini di versi 17 merupakan kabar menggembirakan bagi para pengguna yang masih bergantung pada produk tersebut, meskipun jika Anda menggunakan LibreOffice itu merupakan hal yang baik (Anda dapat membantu komunitas secara langsung maupun tidak langsung!). Mengenai hal ini, kami sedikit menyinggungnya dalam artikel Petisi Ini Meminta Microsoft Rilis MS Office untuk GNU/Linux, Pentingkah?.

Selain menambahkan dukungan Microsoft Office 2016, CrossOver 17 juga dipastikan mampu menjalankan beberapa game dan aplikasi; League of Legends, Quicken 2017, Everquest and Everquest II, WebSite-Watcher, dan Battle.Net.

CrossOver sangat cocok bagi pengguna macOS dan GNU/Linux yang masih bergantung pada perangkat lunak yang hanya mendukung Windows. Dibandingkan dengan Wine yang mengimplementasikan “resiko ditanggung sendiri” kepada pengguna, CrossOver menyediakan dukungan resmi dari para pengembang CodeWeavers (termasuk pengembang Wine) sehingga Anda dapat menanyakan kesulitan apa saja yang Anda alami saat memasang aplikasi-aplikasi berbasis Windows.

Untuk mendapatkan CrossOver silakan kunjungi laman www.codeweavers.com.

Bagikan:

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...