Krita 4.0 Beta 1 Mulai Benamkan Text Tool Baru, Krita 3.3 Jadi Rilis Stabil Penutup Seri 3

Krita 4.0 menjadi calon rilis anyar yang ditunggu-tunggu tahun ini. Selain bakal membawa banyak fitur mayor baru, Krita 4.0 juga akan memiliki performa yang lebih stabil dan andal.

Krita

Hari Kamis, tim pengembang menerbitkan Krita 4.0 Beta 1 sebagai pra-rilis terbaru yang dijamin makin matang. Mulai pra-rilis ini, pengembangan Krita 4.0 resmi masuk masa Pembekuan String (String Freeze), jadi dapat dipastikan tidak akan ada lagi fitur baru yang diperkenalkan setelah ini, tidak pula perubahan string (termasuk string terjemahan), pengembangan hanya akan fokus pada pembenahan bug.

Beberapa fitur baru yang akan diperkenalkan di Krita 4.0 adalah text tool yang lebih kaya. Tidak hanya janji, Beta 1 resmi memperkenalkan text tool anyar meskipun masih memiliki bug-bug yang sangat mengganggu yang masih dalam proses pembenahan.

Pasti tidak hanya text tool bukan? Pasti! Krita 4.10 Beta 1 juga membawa beberapa fitur yang di antaranya merupakan permintaan pengguna pada tahun 2016, di antaranya dukungan scripting Python, dukungan vektor SVG, termasuk fitur ekspor/impornya, palet docker anyar, editor brush yang makin bagus, ukuran brush yang lebih besar, dan perefaktoran fungsi simpan dan ekspor. Kata pengembang, brush pixel bawaan di pra-rilis ini juga lebih cepat bila dipakai di komputer berinti banyak.

Di pra-rilis selanjutnya pengembang akan meluncurkan pembaruan preset brush bawaan.

Jika Anda tertarik mencoba Krita 4.0 Beta 1, silakan unduh berkas AppImage Krita. Penting untuk dicatat, berkas AppImage ini hanya mendukung 64-bit. Fitur dukungan audio pada animasi, scripting Python, dan gmic-qt teranyar tidak tersedia di sini, Anda dapat mencobanya dengan syarat mengompilasi source code-nya sendiri.

Krita 3.3 meluncur

Beberapa hari pasca kehadiran Krita 4.0 Beta 1, Krita 3.3 meluncur sebagai rilis pemeliharaan terakhir di seri 3.

Pembaruan terbesar di rilis ini hanya tersedia untuk Windows, yakni pengaktifkan perender Direct3D/Angle khusus untuk perangkat Intel. Selain itu, perbaikan cukup merata di semua platform, termasuk GNU/Linux, di antaranya pada mode blending, pemilihan persentasi warna, perbaikan dukungan berkas .kra, dsb.

Untuk mengunduh AppImage Krita 3.3, silakan rujuk tautan ini.

Bagikan:

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...