Penggunaan CPU pada GNOME Shell Akan Lebih Hemat di Ubuntu 18.04 LTS

Semakin dekat dengan waktu rilis, para pengembang juga semakin gencar membenamkan pembaruan pada Ubuntu 18.04 LTS Bionic Beaver.

Ubuntu 18.04 LTS

Sekarang, tim pengembang tengah sibuk menurunkan penggunaan CPU GNOME Shell. Ini adalah kabar bagus mengingat GNOME yang berjalan di Ubuntu (bahkan berjalan sebagai GNOME vanilla pun) dianggap sebagai lingkungan yang boros sumber daya. Tingginya penggunaan CPU GNOME Shell pada Ubuntu disebabkan oleh proses penggambaran ulang panel maupun dock yang sebenarnya tidak selalu perlu dilakukan saat GNOME Shell menggambar ulang jendela. Perbaikan ini telah dikirimkan ke upstream dan menunggu untuk diimplementasikan oleh tim GNOME.

Selain memperbaiki performa CPU, pengembang Ubuntu desktop juga mengirim perbaikan supaya proses fade out menu lebih halus serta mengirim perbaikan pada dukungan multi-monitor. Proses peralihan sesi user ke systemd juga masih dilakukan.

Perbaiki dukungan snap pada GNOME Software dan perkakas update notifier

Pengembang Ubuntu juga telah membenahi kegagalan instalasi snap klasik melalui GNOME Software dan dalam proses menambahkan fitur pembaruan paket snap melalui “toko aplikasi GUI” tersebut.

Will Cooke, pimpinan pengembangan Ubuntu desktop di Canonical, mengakui bahwa masih banyak pengguna yang menjalankan Ubuntu 16.04 LTS jadul (belum diperbarui ke rilis minor 16.04.x yang sebenarnya membawa banyak perbaikan bug dan keamanan), sehingga pengembang menambahkan fitur pada update notifier yang akan selalu muncul setiap lima hari sekali, mengingatkan pengguna untuk segera memutakhirkan sistem operasi mereka.

Ubuntu 18.04 LTS dijadwalkan hadir bulan April 2018 dengan Beta 1 yang akan diperkenalkan pekan awal Maret. Jadwal rilisnya dapat diintip di tautan ini.

Bagikan:

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...