VLC 3.0 Hadir, Dukung Video 360°, 4K, 8K, dan Perangkat Chromecast

Bagi Anda yang hobi memutar media; video, musik, streaming radio, dsb pasti tidak asing dengan VLC. VLC merupakan salah satu perangkat lunak bebas/merdeka populer di kalangan pengguna GNU/Linux maupun Windows.

VLC

VLC dikembangkan oleh organisasi VideoLAN, dan kini menyentuh rilis mayor 3.0 dengan nama kode Vetinari. Taraaaa!

Fitur asyik VLC 3.0

Sebanding dengan berminggu-minggu waktu pengembangan, VLC 3.0 Vetinari menghadirkan fitur anyar nan menonjol, termasuk dukungan video 10 bits dan HDR, dukungan video 360 dan audio 3D, serta dukungan hardware decoding secara default (dalam arti, VLC termutakhir dapat memainkan playback video 4K dan 8K). Selama ini VLC menggunakan Xvideo sebagai output video bawaan, dengan dirilisnya 3.0 Vetinari, VLC kini memakai OpenGL di GNU/Linux secara default.

Di samping itu, rilis ini juga menyorot dukungan audio passthrough untuk codec audio HD, dukungan penjelajahan drive pada jaringan lokal dan NAS, serta dukungan perangkat Chromecast. Yap, Anda tak salah dengar dukungan Chromecast. Chromecast merupakan pemutar media digital yang dikembangkan oleh Google, yang salah satunya dapat dimainkan via televisi dengan dicolok ke port HDMI.

VLC 3.0 juga membawa dukungan DASH atau Dynamic Adaptive Streaming over HTTP. Apa artinya? Kini VLC mampu melakukan streaming video berkualitas tinggi dengan lebih halus, bahkan juga berpotensi mampu menghemat bandwith. Selain itu, ia juga mendukung penyesuaian subtitle secara live, mendukung audio ambisonic, mendukung output audio Tizen, dll.

Pemutar media VLC 3.0 akan hadir di repositori GNU/Linux, cepat atau lambat. Jika distribusi Anda menerapkan Snap, Canonical telah mengunggah VLC 3.0 di toko aplikasi Snap. Bagi pengguna Flatpak, entah apakah Flathub sudah membenamkan rilis ini atau belum. Namun, jika Anda ingin memperoleh tarball-nya, VLC menyediakannya di laman videolan.org.

Bagikan:

Ramdziana F Yustitianto

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana

You may also like...